Cara Menghitung PPN Untuk Rumah Baru

Diposting pada

Bagi Kalian yang betul-betul ingin mempunyai hunian terbaru, sekarang merupakan setiap yang sesuai. Pemerintah sudah menginformasikan insentif yang dapat Kalian manfaatkan buat mencapai hunian cita-cita dengan budget yang tambah rendah. Satu dari yang lain elemen-elemen budget pembelian hunian yang mencapai kemudahan dari pemerintah setiap ini merupakan perkiraan PPN.

Apa itu Pajak Pertambahan Nilai (PPN)?

Pajak Pertambahan Nilai ataupun PPN merupakan pungutan yang dibebankan atas transaksi jual-beli barang dan jasa yang dikerjakan oleh harus pajak pribadi ataupun harus pajak badan yang sudah jadi Pebisnis Kena Pajak (PKP).

Pihak yang berkewajiban buat memungut, menyetor dan melaporkan PPN merupakan Pedagang ataupun Pedagang. Sedangkan pihak yang berkewajiban mengeluarkan uang merupakan konsumen akhir.  Menjadi, setiap berbelanja hunian, maka Kalian wajib mengeluarkan uang PPN. Alangkah step mengkalkulasikan PPN?

Perkiraan PPN yang ditetapkan Pemerintah sudah disusun menurut Undang-Undang No. 42 Tahun 2009 mengenai Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa, serta Pajak Penjualan Atas Barang Mewah.

PPN Jual Beli Hunian

Perkiraan PPN jual beli hunian dibebankan pada penjualan hunian cuma dari pengembang terhadap konsumen. Dasar PPN yang berlaku merupakan pajak dari barang ataupun jasa kena pajak (BKP/JKP) dari produsen ke konsumen.

READ :  Bagaimana Cara Menulis Cerpen dengan Mudah

Pihak pengembang yang memungut PPN dari pembeli hunian, buat akhirnya disetorkan terhadap pemerintah. Seperti catatan, perkiraan PPN jual beli hunian cuma berlaku buat hunian terbaru. Menjadi seandainya Kalian berbelanja properti second maka nggak membutuhkan mengeluarkan uang PPN.

Step mengkalkulasikan PPN betul-betul gampang, cuma sebesar 10% (sepuluh persen) dari biaya hunian, menjadi seandainya telah tahu nilainya maka Kalian dapat bikin perkiraan PPN sendiri dengan gampang.

Misalnya, Kalian ingin berbelanja hunian senilai Rp1 miliar, maka step mengkalkulasikan PPN merupakan:

Rp.1.000.000.000 x 10% = Rp.100.000.000.

Simpel sekali step mengkalkulasikan PPN, bukan?

Insentif Terupdate Pembelian Hunian (2021)

Ada berita hebat bagi Kalian yang siap berbelanja hunian sekarang.

Kalian nggak membutuhkan lagi menyertakan perkiraan PPN pada nilai jual. Lupakan step mengkalkulasikan PPN buat sebagian bulan ke depan. Kenapa?

cara menghitung ppn

Soalnya, Pemerintah lewat Kementerian Koordinator Perekonomian sudah memberi stimulus ekonomi berupa insentif PPN. Perkiraan PPN dibebaskan buat sesaat waktu sampai Agustus 2021.

Kalau berbelanja hunian terbaru selama periode ini, maka Kalian nggak membutuhkan mengeluarkan uang PPN, asalkan nilai transaksi nggak melampaui Rp2 miliar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada hari Senin 1 Maret 2021 menyatakan bahwa,

“Buat PPN atas penyerahan hunian tapak dan hunian susun ini ditanggung pemerintah selama enam bulan ataupun efektif berlaku semenjak 1 Maret sampai 30 Agustus 2021,”

READ :  Kenali Beragam Manfaat dan Fungsi Kanopi

Selain itu, negara jua memberi insentif buat hunian dengan biaya di atas Rp 2 miliar sampai optimal Rp 5 miliar. Hunian ataupun apartemen yang Kalian beli dalam rentang biaya ini cuma dikenakan PPN sebesar 50% dari nilai sebetulnya.

Wow! Hebat bukan? Ini merupakan setiap unggul buat berbelanja properti. Nggak membutuhkan lagi step mengkalkulasikan PPN buat sesaat waktu!

Kami ikut serta dalam program pemerintah dengan memberi hunian dan apartemen unggul yang cocok dengan style hidup Kalian. Sebagian properti siap buat Kalian miliki, semacam Graha Golf, Praxis Apartment & Praxis Office, Graha Natura, The Rosebay, dan yang lain. Cek promo kami di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *